Follow Us @soratemplates

Rabu, 26 Mei 2021

Keajaiban Teknik Promosi Buku


Malam ini adalah malam ke 18. Sama seperti gelombang belajar kita yang berada pada posisi ke 18. Sungguh materi yang menggiurkan, dengan tema "Teknik Promosi Buku".


Narasumber yang hebat dan luar biasa. Penulis buku best seller. Salah satu bukunya berjudul "Man Jadda Wajada" yang sudah masuk cetakan ke -13 dan beredar 55.000 eksemplar. Bukan berhenti sampai di situ, beliau juga masih menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang. Pengalaman dan jam terbang di dunia literasi yang tidak dapat diragukan lagi. Sangatlah beruntung kita mendapatkan materi dari baliau, dengan penjelasan yang sangat gamblang.


1. STRATEGI PEMASARAN BUKU


Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu:

- Product (Strategi Produk)

- Price (Strategi Harga)

- Place of Distribution (Distribusi)

- Promotion (Promosi). 


Sebelum kita bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua. 


2. STRATEGI PRODUK.


Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dana apa kebutuhan mereka terhadap buku kita. 


Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.


3. STRATEGI HARGA. 


Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi, yaitu

- Harga buku secara umum

- Buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa).


Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain).


4. STRATEGI DISTRIBUSI


Distribusi secara umum dibagi menjadi dua:

- Distribusi tradisional

- Distribusi non tradisional. 


Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal. 

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah: 

a. Melalui MLM (Multilevel Marketing)

b. Melalui Penjualan Langsung

c. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).


5. STRATEGI PROMOSI


Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 


a. Launching buku, adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 


Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.


b. Bedah Buku. 

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 


Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.


Bisa juga dilakukan melalui FB, IG, WA Grup, Zoom dan sebagainya.


c. Melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 


Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.


d. Membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 


Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca. Sesekali seminar melalui Zoom.


e. Membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.


f. Jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  


g. Memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. 


Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 


Lakukan sharing, jangan melulu jualan. Agar tidak membosankan. Jadi, pada dasarnya kita ini mempengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. 


CATATAN PENUTUP


Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan, yaitu:


Pertama, keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.


Kedua, kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21. 


Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.


Materi yang luar biasa, daging semua. Sampai jujur, sayang untuk merusumenya.  


Resume : 26 Mei 2021

Pertemuan ke : 18

Tema : Teknik Promosi Buku

Narasumber : Akbar Zainudin

Gelombang : 18

4 komentar:

  1. Bu Eka luar biasa...lengkap dan enak dibaca.. 👍👍👍

    BalasHapus
  2. Bu Eka, luarbiasa tulisannya bagus sekali. Menulis dengan jujur hasilnya sampai pada pembaca.

    BalasHapus
  3. Tulisan Bu Eka mengalir seperti air. Salam kenal dari saya di Bantaeng Sulsel, Bu!

    BalasHapus
  4. Mantul tulisannya, bu Ela. Sangat suka dengan resume nya.

    BalasHapus